Kost
Kehidupan kost-kostan memang penuh warna-warni. Dan gua rasa, semua orang yang ingin beranjak lebih dewasa, harus menjalani kehidupan tsb. Kita bisa belajar banyak dari kehidupan kost, yang konon kata orang-orang "sangat mengenaskan" itu. Kita bisa belajar mengatur keuangan kita, biar ga serettt sampai akhir bulan. Bisa belajar mengenal dan beradaptasi dengan pribadi-pribadi baru yang berbeda budaya, berbeda bahasa, yah pokoknya berbeda-beda segala-galanya. Bila tidak pintar-pintar beradaptasi, mungkin saja akan banyak terjadi keributan.
Sampai saat ini setelah 4 tahun keluar dari rumah dan pernah ngekost di 3 kota (Bandung , Jakarta, Jogja), gua pernah mengalami sebuah keributan. Sama orang "Tiittt...", yang sampe sekarang kalo diingat sangat "Tiittt...". Mencoreng kehidupan gua yang selama ini sangat menentang segala perkelahian. Xixixixiii...
Setelah bertahun-tahun, gua pernah mendapatkan teman yang baek, teman yang ember 'sampe-sampe menceritakan privacynya sendiri ke semua orang', teman yang sok imut 'suka berteriak n manja-manja', temen-temen omnivora alias pemakan segala dan juga teman-teman dengan tipe lain yang tidak dapat dijelaskan satu per satu. Nah, biasanya tipe yang paling pasaran, yah tipe-tipe cewek omnivora dan sok imut (mungkin emang imut kali ye... dasar guanya aja yang sirik xixiixi...).
Pertama yang akan gua bahas adalah tipe omnivora. Ntah kenapa, di setiap kost yang pernah gua kunjungi ataupun yang pernah gua tempati, selalu ada tipikal begini. Gua paling sebel dengan orang tipikal ini, sangat merugikan orang laen. Apa-apa diminta dan apa-apa pengen dicoba. Mungkin hal ini tidak ada salahnya, jika dilakukan dengan orang terdekat atau dengan orang-orang rumah. Tetapi rasanya tidak wajar (menurut gua loh Yach...), jika hal itu dilakukan dengan orang yang nggak begitu dekat dengan kita. Dan herannya lagi, mereka tidak mau berbagi makanannya sendiri dengan orang laen. Jadi kalo makan, yah makan sendiri tanpa basa-basi menawarkan sana-sini. Namun, ada juga yang senang meminta dan senang memberi.
Kedua adalah tipe sok IMOET. Berteriak memekakkan kuping, bak serigala di hari bulan purnama. Seringkali, gua ngomel sendiri dengan jengkelnya di kamar, jika mendengar lengkingan mereka. Tapi pernah pula, gua ngerasa kesepian, karena mereka tidak lagi melengking seperti biasa. Tiba-tiba terasa sepi, walaupun gua selalu ditemani radio Ter-COOL sedaerah dengan lagu-lagu terkininya, tapi terkadang, malah lengkingan mereka yang pengen gua dengar. Lengkingan yang bisa membuat gua merasa senang dan ramai. Seperti halnya, kemaren disaat sedang membaca sebuah novel, tiba-tiba salah satu dari penghuni kost gua melantunkan puisi "Jerawat"-nya dengan semangat juang tinggi.
OHH... Jerawat....
Engkau sungguh Keparattt...
Hilang Di Jidattt..
Tumbuh Di Pantattt..
Tiba-tiba saja, gua ketawa sendiri mendengarnya. Gimana nggak ketawa, puisi yang begitu simpel, tetapi didramatisir, sehingga seakan-akan membahas sesuatu yang begitu "Waahhh...". Yeee... kalo itu mah, semua orang juga punya nennggg!!!
